Cenderawasih Pos, 25 Oktober 2007
TIMIKA – Meskipun banyak masyarakat kurang mampu di Kota Timika masih berharap Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah terus berlanjut, namun hingga saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi dari pemerintah tentang kelanjutan program BLT.
“Program BLT sampai sekarang belum ada. Mungkin di bidang lain seperti kesehatan ada, tapi kalau pembagian langsung dalam bentuk uang tunai seperti tempo hari kami belum terima informasi,”ungkap Kepala PT Pos Indonesia Cabang Timika, Jumadi A.Md saat menjawab Radar Timika (grup Cenderawasih Pos) di ruang kerjnya, Selasa (23/10).
Dijelaskan, program BLT yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dihentikan sejak Maret 2007 lalu. Sejak program tersebut diluncurkan kurang lebih Rp 32 miliar dana BLT yang dibagikan untuk penduduk tergolong miskin di Kabupaten Mimika. Namun yang disayangkan, diantara para penerima ternyata ada penduduk mampu. “Tapi untuk kelanjutannya kami belum dikasih kabar,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, program BLT merupakan pembangian langsung uang kepada masyarakat sebesar Rp 100 ribu selama sebulan sebagai kompensasi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pembagian dilakukan pertriwulan dengan besaran Rp 300 ribu kepada tiap kepala keluarga (KK) miskin. (fan)
Juni 7, 2008 pukul 5:27 pm
BLT memang diwarnai dengan berbagai persoalan, mulai dari administrasinya hingga pembagian dilapangan, kita berharap BLT mampu meningkatkan daya beli masyarakat, bagi papua hal2x seperti harga kebutuhan pokok naik saat ini bukan barang baru, kita berharap papua nanti sebagai daerah produksi minyak bisa mendapat insentif khusus untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, coba kita liat minyak disorong, emas ditembagapusa, trus skrg gas LNG Tangguh,..saya usul supaya masyarakat minta MRP merekomendasi tunjangan khusus kesejahteraan orang papua dari sektor minyak,tambang dan gas..okey makasih