Ratusan Pegawai Honorer Demo

By muli

Cenderawasih Pos, 24 Oktober 2007 

Sudah Mengabdi Puluhan Tahun, Tak Pernah Diangkat Jadi PNS

WAMENA – Ratusan pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melakukan aksi demo damai di kantor Bupati Jayawijaya Selasa (23/10) siang. Aksi ini untuk mempertanyakan kejelasan nasib mereka kepada pemerintah, karena ratusan pegawai honorer itu rata-rata sudah mengabdi puluhan tahun lamanya.

Aksi ynag dilakukan para pegawai honorer itu diterima oleh Sekda Jayawijaya Drs. Chris Wopary, MM dan beberapa staf dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

 

Aksi ini buntut dari hasil pengumuman CPNS beberapa waktu lalu dimana hampir 90 % para pegawai honorer itu tak lolos diterima sebagai PNS. Menurut mereka, dari hasil pengumuman CPNS lalu, ada beberapa orang yang tak pernah menjadi pegawai honorer tapi justru lulus sebagai CPNS, padahal namanya tak terdaftar dalam data base pegawai. “Kita akan tetap menuntut kepada pemkab Jayawijaya atas nasib kami,” ujar John Sahetapy kepada Cenderawasih Pos disela-sela melakukan aksi demo.

 

Pihak eksekutif sudah berjanji kepada mereka selaku pegawai honorer untuk diangkat dalam formasi CPNS 2006, tapi janji itu tak pernah terlaksana. ” Kami sudah mengabdi puluhan tahun dengan upah yang minim, tapi tak ada perhatian serius dari Pemkab Jayawijaya terhadap nasib kami,” tukas John.

 

Dirinya mensinyalir, ada permainan oknum tertentu dari pihak eksekutif untuk kepentingan politik jelang Pilkada 2008 sehingga mereka yang dikorbankan. “Kami tak terima diperlakukan seperti itu, dan tetap menuntut Pemkab Jayawijaya agar kami bisa dimasukkan dalam penerimaan CPNS, karena beberapa orang diantara kami sudah ada yang berusia lanjut,” ujar Piter Wandik, seorang pegawai honorer lainnya.

 

Mereka mengaku sudah cukup bersabar sejak tahun 2004 lalu, tapi realisasinya tak pernah ada.” Aksi ini akan kita lakukan sampai ada jawaban pasti Pemkab Jayawijaya terhadap nasib kami,” ujar Wandik bernada kesal.

 

Kalau hal itu belum juga terjawab kita akan pertanyakan hal itu kepada Menpan dan Gubernur Provinsi Papua,” tukas Daud Sembom, pendemo yang lain.

Dikemukakan, dari data yang mereka peroleh dari BKD Jayawijaya, ada 31 orang yang dinyatakan lulus, 22 orang diantaranya tidak mereka kenal sama sekali. Dari jumlah itu, 4 orang adalah putra daerah dan 5 lainnya dinyatakan telah meningal dunia tapi lulus. “Ini kan lucu namanya,” ujar Daud.

 

Sementara itu Sekda Jayawijaya Drs. Chris Wopary, MM kepada para pendemo mengatakan pihaknya akan berkordinasi denga bupati selaku pimpinan daerah untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Kita akan periksa kembali secara cermat data kelulusan CPNS itu agar semuanya jelas,” tegas Chris.

 

Permasalahan itu dapat diselesaikan secara baik dengan hati dan kepala yang dingin. “ Kita akan panggil BKD selaku instansi teknis untuk menjelaskan permasalahan ini agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan pendataan terhadap sejumlah pegawai honorer yang seharusnya lulus dalam penerimaan formasi CPNS,” ujarnya.

 

Meski tak puas dengan penjelasan sekda, pihak pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (jk)

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan