Aparat Belum Bisa Hentikan Perang

By muli

Cenderawasih Pos, 24 Oktober 2007

(Berita terkait: Kompas, Antara)

 

TIMIKA-Upaya aparat keamanan gabungan untuk menghentikan pertikaian antara warga Kampung Banti (Suku Amungme) dan masyarakat Kampung Kimbeli (Suku Damal) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, belum membuahkan hasil. Blokade yang dilakukan ratusan aparat keamanan, tak mampu membendung aksi warga untuk saling menyerang.

Pada hari kedelapan Selasa (23/10) kemarin, bentrok selama dua jam terjadi sejak pukul 14.00 WIT. Satu warga Kampung Kimbeli dikabarkan terkena panah. Namun identitas warga yang terluka itu belum diketahui.

Selasa kemarin (23/10), Kapolres Mimika, AKBP Godhelp C. Mansnembra, bersama Wakapolres, Kompol Muhamad Yusuf TH, SH, berada di lokasi kejadian untuk memimpin langsung upaya penghentian pertikaian. Namun, upaya negosiasi yang dilakukan kedua petinggi Polres Mimika melalui kepala perang Kampung Kimbeli, Pius Waker, belum membuahkan hasil maksimal.

Menyikapi situasi bentrok, Kapolres Mimika yang dikonfirmasi Radar Timika, tadi malam, menjelaskan bahwa pihak keamanan yang diturunkan berjumlah 220 personel. Mereka terdiri dari 1 peleton Dalmas Polres Mimika, 1 SSK Brimob Datasemen B, Satgaspam Amole III dan unit Gegana.

Pasukan gabungan tersebut diturunkan guna mengantisipasi peperangan melebar. Negosiasi terus diupayakan agar perang tidak berlanjut sembari menunggu kehadiran tim terpadu dari Provinsi Papua, Pemkab Mimika serta MRP dan DPRD guna penyelesaian bentrok tersebut.

Menurut Kapolres, sebenarnya sejak hari pertama hingga pada hari kelima telah disepakati oleh kedua kelompok yang bertikai, bila korban sudah berimbang maka perang akan dihentikan. Namun kesepakatan itu tidak dipenuhi.

Kedua kelompok massa kembali melanjutkan perang pada hari berikutnya. Hal ini yang membuat pihak aparat keamanan yang bertugas kewalahan hingga menghadirkan tim terpadu untuk melakukan negoisasi guna menyudahi perang.
“Alasan yang ada hari pertama sampai kelima sudah sepakat perang dihentikan kalau posisi korban seimbang. Namun hari keenam, ketujuh, kedelapan berubah lagi,” kata Kapolres gemas.

Kabarnya, ada perminataan baru. Warga dari Kampung Banti menghendaki agar warga Kampung Kimbeli meninggalkan Tembagapura.(eng)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan