Akhirnya Korban Tewas Seimbang

By muli

Cendrawasih Pos, 22 Oktober 2007
Perang Suku di Mimika Mulai Reda

TIMIKA-Pertikaian (Perang Suku) antara dua kelompok warga dari Kampung Kimbeli (Suku Damal) dan Kampung Banti (Suku Amungme) di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang terjadi sejak Selasa (16/10) lalu, Ahad (21/10) kemarin sudah mulai reda. Tuntutan jumlah korban meninggal harus sama, Sabtu (20/10) sudah tercapai.

Seperti dilaporkan wartawan Radar Timika (Grup Cenderawasih Pos), perang suku yang terjadi sejak Selasa (16/10) lalu masih berlanjut hingga Sabtu (20/10) kemarin. Perang yang terjadi Sabtu pagi pukul 09.00–11.00 WIT dan Sabtu sore pukul 15.00-16.00 WIT, menewaskan dua korban dari kubu Kampung Kimbeli (Suku Damal), yakni Yosef Yatipai dan Martinus Yatipai. Dua korban baru itu ditemukan setelah perang sore selesai, yakni pukul 18.00 WIT di lokasi kebun milik Anis Natkime.

Dengan bertambahnya dua korban tewas itu, maka dari Perang Suku di Banti, Distrik Tembagapura tersebut, jumlah korban tewas menjadi enam orang. Mereka adalah Eran Kogoya, Kerianus Kulla, Kaminus Waker (Masing-masing dari Kampung Kimbeli/Suku Damal tewas 17 Otober).

Berikutnya, Laki Magai (tewas 17 Oktober 2007), Yakob Yatipai dan Martinus Yatipai (Tewas 20 Oktober 2007). Masing-masing dari Kampung Banti (Suku Amungme). Sementara itu jumlah korban luka-luka belum diketahui secara pasti, apakah masih sama dengan Jumat lalu, atau sudah ada tambahan. Sebab hingga tadi malam belum mendapatkan konfirmasi yang pasti.

Sementara itu, pasca perang Sabtu itu, sejak Ahad kemarin, situasi sudah sangat kondusif. Apalagi Hari Minggu, dipercayai oleh mereka sebagai hari Tuhan (Hari untuk Beribadah). Kendati demikian, aparat keamanan tetap berjaga-jaga dan mengamankan situasi.

Langkah perdamaian oleh pihak Muspida serta aparat keamanan, termasuk tokoh agama, sempat terlaksana Sabtu. Meski tidak bertemu langsung dengan warga, tim gabungan perdamaian yang terdiri Drs Yosep Yopi Kilangin (Pemerintahan), August Kafiar (PT Freeport Indonesia), Kapolres Mimika AKBP GC Mansnembra, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Trie Soeseno bersama dengan utusan tokoh agama Niko Waker sebagai Ketua Gereja Kingmi Wilayah Pegunungan Tengah dan Pdt. Abdiel Tinal, berhasil menemui kepala perang Pius Waker dari Kampung Kimbeli.

Pada pukul 13.00 WIT, Kapolres dan Dandim dapat bertemu langsung dengan masyarsakat yang bertikai. Kapolres yang didampingi Dandim menghimbau agar secepatnya perang dihentikan karena menghindari masuknya pihak ketiga yang dapat memprovokasi massa hingga berlarutnya perang tersebut. (eng)

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan